Legenda Aji Tatin

 

Pada jaman dahulu di Kalimantan Timur, tepatnya di daerah Tanah Pasir, berdiri sebuah kerajaan besar yang dipimpin oleh seorang raja bernama Sultan Aji Muhammad. Kerajaan ini termasuk kerajaan yang aman dan damai. Rakyatnya hidup makmur dan berkecukupan. Itu karena sang raja memimpin kerajaan dengan bijaksana.

Namun dibalik kegemilangan kerajaan tersebut, terselip rasa cemas di hati sang raja. Itu semua karena ia hanya memiliki seorang anak perempuan. Padahal pada masa itu yang menjadi raja selalu anak laki-laki. Perempuan jarang atau malah tidak pernah memimpin suatu kerajaan. 

Nama putri raja adalah Aji Tatin. Dan ia tahu benar bagaimana perasaan sang Ayah terhadap dirinya. Oleh karena itu, Aji Tatin mencoba menyiapkan dirinya sebaik mungkin, agar ketika saatnya tiba, ia dapat memimpin kerajaan dengan baik seperti ayahandanya itu. 

Iapun mendapat pendidikan tentang banyak hal dan juga ilmu pemerintahan yang sangat penting dan wajib dimiliki oleh seorang raja. Para petinggi kerajaan juga sangat bersemangat membimbing Aji Tatin karena anak tersebut menunjukan kemampuan yang tidak kalah dengan anak laki-laki. Aji Tatin tumbuh menjadi gadis yang cerdas dan tangguh. Ia juga memiliki sifat penolong dan bijaksana seperti ayahandanya.

Sultan Aji Muhammad sendiri mulai melepaskan kekuasaannya secara bertahap kepada putrinya setelah gadis tersebut menikah dengan pemuda dari Kutai. Pemuda itu yang merupakan seorang saudagar kaya yang memiliki tanah yang luas tampak serasi dan sangat mendukung usaha istrinya dalam mengurus kerajaan. 

Selama memerintah kerajaan, Aji Tatin sering memberikan hadiah berupa papan-papan kepada rakyatnya. Hal itu membuat rakyatnya senang dan sebagai balas budi mereka tidak lupa memberikan upeti kepada kerajaan secara rutin.

Pada suatu hari, Panglima Sendong yang bertugas mengumpulkan dan membawa hadiah tersebut  dengan kapal tokong ke istana ternyata mengalami musibah di tengah perjalanan. Kapal mereka tenggelam dihantam ombak dan badai besar. Seluruh awak dan hadiah-hadiah yang ada didalamnya ikut tenggelam ke dasar laut. Teluk tempat terjadinya musibah tersebut kemudian lebih dikenal masyarakat sekarang dengan nama Balikpapan.

Posting Komentar untuk "Legenda Aji Tatin"