Di sebuah desa kecil yang penuh dengan orang-orang penasaran, tinggal seorang tokoh terkenal bernama Nasarudin Hoja. Ia dikenal bukan karena kekayaannya, melainkan karena tingkah lakunya yang sering membuat orang bingung… sekaligus tertawa.
Suatu pagi, Hoja terlihat berjalan mondar-mandir di
depan rumahnya sambil menggerutu.
“Aduh… di mana ya?” katanya sambil menggaruk
kepala.
Tetangganya, Pak Karim, yang lewat di depan
rumahnya, langsung berhenti.
“Hoja, kamu mencari apa?” tanya Pak Karim.
“Saya kehilangan kunci rumah,” jawab Hoja dengan
wajah serius.
“Oh, ya sudah, saya bantu cari,” kata Pak Karim
dengan semangat.
Tak lama, beberapa warga lain ikut membantu. Mereka
mencari di halaman, di bawah pot bunga, bahkan sampai di selokan kecil dekat
rumah Hoja.
Setelah hampir 30 menit mencari, Pak Karim mulai
kelelahan.
“Hoja, kamu terakhir pegang kuncinya di mana?” tanyanya.
Hoja menjawab santai, “Di dalam rumah.”
Semua orang langsung berhenti.
“Di dalam rumah?! Lalu kenapa kita mencarinya di luar?” tanya mereka serempak.
Hoja tersenyum ringan.
“Karena di luar lebih terang. Kalau di dalam kan gelap, susah mencarinya.”
Semua warga terdiam sejenak… lalu tertawa
terbahak-bahak.
Pak Karim menggelengkan kepala.
“Hoja, Hoja… kamu ini memang luar biasa. Tapi bukan luar biasa pintar, ya.”
Hoja hanya tersenyum sambil berkata,
“Kadang, orang mencari solusi di tempat yang mudah, bukan di tempat yang
benar.”
Warga kembali tertawa. Kali ini bukan hanya karena
lucu, tapi juga karena diam-diam mereka merasa… ada benarnya juga.
Sejak saat itu, setiap kali ada masalah di desa,
warga selalu saling mengingatkan,
“Jangan seperti Hoja, cari di tempat yang terang saja!”
Dan Hoja?
Ia tetap menjadi dirinya sendiri—aneh, lucu, tapi selalu punya cara unik untuk
membuat orang berpikir… sambil tertawa.
Posting Komentar untuk "Nasarudin Hoja dan Kunci Misterius"