ASAL USUL CIKAPUTRIAN (Cerita Rakyat Banten)

        Alkisah, dahulu ada seorang putri raja yang cantik jelita. Siapapun yang melihat pasti akan terpikat. Rambutnya panjang terurai dan kulitnya halus serta bersih. Indah menawan. Jika hanya melihat penampakan fisiknya pasti banyak pemuda yang tergila-gila. Namun jika sudah mengetahui karakter atau sifat yang dimilikinya, pasti mereka akan mundur teratur. Sang putri memiliki sifat berbeda 180 derajat dengan wajahnya yang rupawan.

Ia sombong, manja, kasar dan juga pemalas. Segala permintaannya harus dituruti. Jika tidak emosinya akan meledak. Kepada siapapun yang tidak cocok dengan hatinya pasti akan terkena amarah. Hal itu mungkin sebagai akibat dari sang raja yang terus memenuhi semua permintaannya sehingga sejak kecil hingga dewasa membuat sang putri tumbuh menjadi gadis yang sangat egois.

Sang Raja membuatkan puri yang sangat indah di lereng gunung yang asri. Selain luas, puri tersebut dilengkapi oleh taman bunga nan cantik. Di dekatnya membentang sebuah danau berair jernih. Di danau ini, sang putri sering mandi dan berenang hingga puas. Para dayang dan prajurit yang menjaganya tidak diperbolehkan berada di sekitar danau. Mereka harus berada di luar area untuk mengamankan orang yang tidak sengaja datang ke tempat itu.

Pada suatu hari, entah karena para dayang maupun para prajuritnya sedang tertidur, ternyata ada seorang wanita tua berpakaian kumal dan tubuh kotor berhasil memasuki puri dan mendekati danau yang jernih tersebut. Iapun terlihat sangat bersemangat hendak berendam dan membersihkan diri di danau tersebut.

“Hei, siapa kamu! Berani-beraninya masuk kemari dan mengotori danau milikku ini!”teriak Sang Putri penuh emosi sambil menunjuk-nunjuk ke perempuan tua tersebut.

“Maaf tuan putri, saya hanya ingin membersihkan diri sebentar karena seharian ini belum sempat mandi. Saya kira siapa saja boleh menggunakan danau ini,” jawab perempuan tua itu terbata-bata.

“Tidak boleh. Tubuh kotormu itu akan meracuni danau ini dan membuat kulitku rusak. Sebaiknya kau pergi sekarang juga atau para pengawalku akan menangkapmu dan membawamu ke penjara!”usir Sang Putri semakin emosi.

“Baiklah saya akan pergi. Tapi Tuhan akan menghukum anda Tuan Putri atas semua perangai burukmu selama ini. Mulutmu yang berbisa itu sangatlah pantas dimiliki oleh seekor ular bukan manusia lagi seperti layaknya dirimu saat ini yang sangat cantik!”kutuk perempuan tua sambil berlalu meninggalkan tempat itu.

“Uh, kurang ajar sekali perempuan miskin bau sampah itu menyumpahi aku. Memangnya dia siapa? Sumpahnya tidak akan mempan untukku,”gumam Sang Putri sambil kembali berendam di danau.

Akan tetapi seiring berlalunya perempuan tua tadi, tiba-tiba cuaca menjadi gelap. Angin bertiup demikian kencang dengan diiringi petir menggelegar susul menyusul lalu menghantam tubuh  Sang Putri hingga terpental ke tengah danau. Ketika ia siuman, Sang Putri terkejut bukan main karena sosoknya yang sebelumnya sangat cantik kini telah berubah menjadi ular hitam besar yang jelek dan bersisik.

Ternyata kutukan perempuan tadi menjadi nyata. Dan untuk mengenang peristiwa tersebut, masyarakat memberi nama danau itu dengan sebutan danau atau telaga Cikaputrian.


Posting Komentar untuk "ASAL USUL CIKAPUTRIAN (Cerita Rakyat Banten)"