SI RUSA DAN SIPUT LAUT #rusa #siput



Dahulu kala, di sebuah  hutan yang terletak di Kepulauan Aru, hiduplah sekelompok  rusa yang memiliki kecepatan lari luar biasa. Mereka sangat suka beradu lari dengan binatang lain dan jika menang mereka selalu minta imbalan dari lawannya yang kalah tersebut. Biasanya mereka meminta tempat tinggal lawannya untuk dikuasai. Sudah banyak hewan yang berhasil ditaklukannya. Ada kambing, kelinci, gajah, kerbau dan masih banyak lagi lainnya. Wilayah kekuasaan rusa semakin luas.
       Rusa  lalu mengincar daerah dekat pantai yang dikuasai oleh siput laut karena wilayah di hutan sudah hampir habis. Maka pergilah rusa yang larinya paling cepat dibandingkan temannya yang lain untuk menemui ketua siput laut yang bernama Kulomang.
       “Aku ingin mengajak lomba lari. Pemenangnya nanti berhak menguasai tempat tinggal lawannya yang kalah. Bagaimana? Berani tidak menerima tantanganku?”ucap Rusa dengan penuh percaya diri. Ia sangat yakin bisa mengalahkan Kulomang yang jalannya sangat pelan itu.
       Kulomang tersenyum. Ia mengangguk dan bersedia adu lari dengan rusa. Kulomang tidak takut karena ia yakin rusa yang sombong itu bisa ditaklukan dengan kecerdikannya.
       “Kita akan berlomba dari tanjung pertama hingga tanjung ke sebelas. Siapa yang menyentuh garis finis pertama kali di tanjung sebelas maka dia berhak mendapatkan hadiahnya. Setuju?” jelas Rusa memberitahu rute yang akan mereka lalui besok.
       Keesokan harinya, Rusa dan Kulomang bersiap di tempat yang telah ditentukan. Mereka membawa teman-temannya untuk memberi dukungan. Sementara itu, Kulomang membawa sepuluh ekor siput laut temannya untuk membantu memenangkan lomba. Masing-masing kulomang berada di tiap tanjung.
       “Jika Rusa berteriak memanggil namaku, kalian langsung menjawabnya, ya, agar Rusa berpikir bahwa aku berada lebih jauh di depannya?”pesan Kulomang kepada teman-temannya.
       Maka perlombaanpun segera dimulai. Teman-teman Rusa dan keluarganya bersorak-sorak memberikan dukungan. Rusa langsung tancap gas memacu kencang langkahnya meninggalkan Kulomang yang merayap pelan menuju ke tanjung kedua.
       Tiba di tanjung kedua, Rusa yang penasaran segera memanggil lawannya tersebut sekedar untuk tahu dimana posisinya sekarang.
       “Hai, Kulomang sahabatku, dimana kamu sekarang?” tanya Rusa kencang.
       “Aku sudah berada beberapa tombak didepanmu, teman. Ayo kejarlah aku! Jangan sampai kalah,” jawab siput laut sahabat Kulomang yang sudah bersiap dari tadi.
       Tentu saja Rusa menjadi heran bukan kepalang. Ia tidak habis pikir bagaimana bisa, Kulomang yang lambat itu bisa bergerak melebihi kecepatan larinya. Rusapun menjadi panik dan ketakutan. Ia lalu berlari dengan lebih kencang agar bisa menyusul Kulomang. Namun setiap kali dia tiba di sebuah tanjung, Kulomang selalu muncul di depannya.
       Bayang-bayang kekalahanpun terus berkelebat di kepalanya. Bagaimana jika dia kalah? Apa kata keluarga besarnya jika tempat tinggal mereka yang ia pertaruhkan berhasil dikuasai oleh Kulomang dan keluarganya? Dimana mereka akan tinggal nanti. Ia pasti akan dimarahi dan disalahkan habis-habisan.
       Berlari kencang sambil berpikir keras membuat tenaga Rusa terkuras habis. Iapun kehilangan konsentrasi. Tubuhnya terjatuh lalu terantuk batu sebelum berhasil menyentuh garis finis. Rusa mati beberapa saat kemudian karena luka dan kelelahan. Ia tidak pernah menyadari bahwa kecerdikan Kulomang mampu mengatasi kekurangannya dari Rusa.
      

Posting Komentar untuk "SI RUSA DAN SIPUT LAUT #rusa #siput"