BUAYA PERAMPOK SUNGAI TULANG BAWANG #buaya #tulangbawang


Sungai Tulang Bawang yang berada di propinsi Lampung terkenal angker dan di takuti karena konon ada buaya raksasa penunggu sungai yang sering meminta korban siapa saja yang berani mengarungi sungai tersebut.
Para penduduk di sekitar sungai selalu berjaga-jaga jika bepergian dengan perahu atau rakit mengarungi sungai dengan membawa senjata tajam berupa tombak, panah maupun pedang. Sebab jika sewaktu-waktu buaya itu muncul, mereka sudah siap menghadapinya.
Sebenarnya mereka pernah mencoba untuk menangkap buaya itu dengan menebar umpan berupa daging kambing atau ayam namun gagal karena dengan kekuatannya yang luar biasa, buaya itu berhasil keluar dari perangkap.
“Buaya itu bukan buaya biasa, Nak. Itu buaya jadi-jadian jelmaan dari seorang perampok sakti dan kejam bernama Somad yang pernah mendiami wilayah ini beberapa tahun silam,”cerita seorang lelaki tua, salah seorang penduduk desa, kepada cucunya yang cantik bernama Aminah.
“Lalu kenapa dia bisa berubah menjadi seekor buaya, Kek?”tanya Aminah heran.
“Di atas langit masih ada langit. Setelah bertahun-tahun tidak ada yang bisa menaklukannya, Perampok itu dikutuk menjadi seekor buaya raksasa oleh seorang korbannya yang ternyata jauh lebih sakti darinya. Maka sejak saat itu, buaya itu terus berkeliaran dan mengganggu siapa saja yang melewati sungai Tulang Bawang,”lanjut sang Kakek. Aminah takjub mendengar cerita tersebut. Ia kemudian minta ijin ke belakang rumahnya yang terletak tepat di tepian sungai Tulang Bawang untuk mengambil jemuran pakaian karena dilihatnya langit mulai mendung.
Namun ketika hendak masuk ke rumah, Aminah mendengar suara mencurigakan yang berasal dari tepian sungai. Ia lalu datang mendekat dan melihat pusaran air aneh yang cukup besar. Aminah memperhatikan pusaran itu dengan seksama. Tiba-tiba seekor buaya raksasa muncul dari dalam pusaran air dan menyambar tubuhnya dengan cepat. Aminah pun hilang bersamaan dengan turunnya hujan yang membasahi bumi.
Penduduk desapun gempar dengan hilangnya Aminah. Mereka berusaha mencari gadis itu dengan menyisiri sungai beramai-ramai. Namun usaha mereka gagal. Akhirnya merekapun pasrah dan menganggap Aminah telah mati di telan oleh Buaya Raksasa penunggu Sungai Tulang Bawang.
Penduduk desa tidak menyadari jika ternyata Aminah masih hidup. Ia di bawa ke sarangnya oleh Buaya Raksasa. Sarangnya berupa gua yang berada di salah satu sudut sungai jauh dari pemukiman warga. Di Sarang inilah, Buaya Raksasa itu tinggal selama bertahun-tahun.
“Aku sudah lama memperhatikanmu dari dalam sungai,”ucap Buaya Raksasa setelah Aminah tersadar dari pingsannya.”Aku kesepian hidup sendiri selama bertahun-tahun. Aku ingin kau menjadi teman hidupku.”
“Aku tidak mungkin menjadi pasanganmu. Kita berbeda dan tidak mungkin bisa bersatu. Kenapa kau tidak memilih pasangan dari jenismu sendiri?”tolak Aminah halus.
“Ehm...perlu kamu tahu, aku sebenarnya juga manusia seperti dirimu. Nama asliku Somad. Aku menjadi seperti ini karena di kutuk oleh orang sakti yang hendak aku rampok beberapa tahun silam. Wujudku memang buaya tapi hatiku tetaplah sama seperti dirimu, seorang manusia. Aku tidak akan pernah bisa tertarik dengan buaya-buaya asli yang banyak hidup di sungai ini,”jelas Si Buaya dengan suara serak dan parau menunjukan betapa tersiksanya dia selama hidup dalam bentuk seperti itu.
Aminah akhirnya mengalah karena ia tahu tidak dapat begitu saja keluar dari gua tersebut. Ia harus mencari akal agar bisa lolos dari tempat itu. Selama beberapa hari ia hidup dan diperlakukan dengan baik oleh Buaya Raksasa. Ternyata di dalam gua tersebut tersimpan banyak sekali harta karun hasil rampokan Si Buaya Raksasa. Ada uang dan perhiasan emas serta aneka barang berharga mahal yang berkilauan.
Aminah hidup dari ikan-ikan yang di tangkap oleh Si Buaya Raksasa. Namun ia harus membakarnya dulu agar bisa dimakan. Si Buaya Raksasa lalu menunjukkan sebuah terowongan rahasia yang mengarah ke desanya. Lewat terowongan itulah Aminah bisa mengambil kayu bakar yang ada di darat tentu saja dengan pengawalan ketat Buaya Raksasa yang tidak ingin kehilangan Aminah.
Buaya Raksasa sangat bahagia mendapatkan teman yang bisa diajak bicara. Namun tidak dengan Aminah. Ia tetap bertekad untuk keluar dari sarang Buaya Raksasa dan kembali ke desa. Hingga pada suatu hari kesempatan yang ditunggu-tunggu tiba. Buaya Raksasa yang tengah tertidur pulas lupa mengunci pintu gua. Aminah segera melarikan diri melalui lorong rahasia yang mengarah ke desanya.
Iapun akhirnya kembali bersatu dengan keluarganya dan hidup normal seperti biasa meninggalkan Buaya Raksasa dalam kesendirian yang sangat menyiksa sebagai akibat dari kejahatannya di masa lalu.

Posting Komentar untuk "BUAYA PERAMPOK SUNGAI TULANG BAWANG #buaya #tulangbawang"